Perjuangan

Perjuangan ialah menelan kerikil-kerikil tajam
sambil berlari bermil-mil
kemudian menghanyutkannya
ke dasar Samudera

Tasikmalaya-Ciamis, 2012.

Selasa, 11 Desember 2012

5 Puisi Aji Septiaji (Maret 2012)

Fatamorgana Malam

Telah aku lewati bulan di atas menara
cahyanya perlahan memudar
berpendar di sela sela kamar
Aku yang ada pada saat itu
Seakan terjelembab
dalam fase fase fatamorgana:
antara malam dan pagi

Namun aku asingkan malam,
hingga pagi mulai bicara:
Embun pagi seolah memalsukan diri
pada hijau daundaun
Angin pagi seolah menampak diri
pada gerak gerik daun
Pula matahari pagi seolah menancap diri
pada akarakar daun

Malam, aku memang mengasingkan
namun malam, engkau akan cepat datang
setelah suasana pagi mulai habis....

2012

Episode Daun Kering

Sepoi pagi menepi pada daundaun
Kibasnya memalingkan muka
Melaju hingga jauh

Demi waktu yang menahun
Mereka menggugur diri

Pohon pohon bercerai berai,
tak lagi rimbun.
Mereka harus memakan zaman

2012

Jejak Dalam Ruhmu

Entah berapa kali
Aku melewati jejak matahari
Sinarnya memancar
Berpendar
Memudar dalam ruhmu
Ruhmu memang tak setajam dulu
Setajam mata pisau
Yang mampu menyeka dada
Bila ku ingat masa lalu
Tentu energi energi dalam tubuhku
Kan bercampur baur:
“antara duka dan luka”

2012

Dan Malam

Menjelma di antara malam pekat
Meruang di antara malam kuat
Membaur di antara malam kusut
Menggaib di antara malam hebat

Aku dan malam adalah paduan satu nyawa
Aku dan malam adalah padanan satu napas
Aku dan malam adalah gabungan satu ruh
Aku
dan
malam
adalah
satu

2012

Lidah Api

Aku terpedaya oleh api matahari
Panasnya menciumi kulit kulit
Mencabik raut muka
Memudarkan hitaman rambut
Pun aroma dalam tubuhmu
Mengikuti alur matahari:
Aku seolah turut terbakar oleh cacian apimu.
Aku harap:
Redakanlah apimu,
semayamkanlah apimu dalam-dalam,
dan
Bekukanlah lidah apimu.
Sebelum:
Apimu menjalar ke dalam nyawamu.

2012

*Diterbitkan pada Harian Umum Kabar Priangan Edisi Rabu, 28 Maret 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar